KERINGAT DI UJUNG HAYAT…
Rekan-rekan Sedekaholic, saya Saptuari… ijinkan saya menulis kisah ini dengan rangkaian foto-foto yang bakal membuat hati kita menangis. Di Negeri yang kaya raya ini, Pak Suradi seorang tukang becak di Krendetan Bagelan Purworejo berjuang mencari biaya untuk kesembuhan istrinya. Sejak 8 tahun lalu berkali-kali mengajukan Jamkesmas namun selalu ditolak, pak Suradi memilih untuk memeras keringatnya dengan menarik becak. Tiap uang yang terkumpul digulung diikat dengan potongan plastik sedotan. uang itulah yang akan dijadikan untuk mengoperasi tumor diperut bu Umiyati, istrinya tercinta yang sudah 12 tahun hanya sanggup duduk dan tiduran di dalam rumah. Setelah sepulang menarik becak, pak Suradi bergantian dengan anaknya Joko melayani ibunya, membersihkan kotoran dan memberinya makan. mereka pasrah menjalani ini semua, pantang menjadi peminta-minta. Apalagi setelah berkali-kali Jamkesmas ditolak, mungkin mereka malu terus meminta pada manusia. Kepada Allah mereka meminta, sampai Tim #SedekahRombongan sampai dirumah mereka…
Berikut adalah kisah menggetarkan hati itu dalam rangkaian foto-foto selama seminggu.

Pak Suradi, Tukang Becak di Krendetan Purworejo berjuang mencari biaya untuk istrinya yang sakit tumor di perutnya. Relawan #SR @Tya_NurulEndah yang menemukannya

Ya Allah... inilah uang hasil narik becak pak Suradi, digulung dalam potongan sedotan, disimpan rapi didompet usang di rumah.. "ini untuk biaya berobat istri saya mbak.." katanya, Masya Allaaaah.. surga untukmu pak! menangis kami melihat uang ini.. uang halal yang kau perjuangkan!!

Bu Umiyati, Istri Pak Suradi 12 tahun mengidap tumor ganas diperutnya, setiap hari bu Umi hanya tinggal di tempat tidur bambu di dapur rumahnya

Sejak 8 tahun lalu Jamkesmas yang diajukan entah selalu ditolak, perut bu Umi semakin membesar, buang air dan makan semua di tempat tidur

Relawan #SR @KarmanMove sampai di Purworejo, kami memutuskan hari itu juga Bu Umi kami bawa ke RS PKU Jogja, Sabtu 11 Februari 2012

Dengan dibantu para tetangga, bu Umi kami naikkan becak karena mobil tidak bisa masuk ke depan rumah pak Suradi..

Bu Umi menjerit kesakitan ketika naik ke atas becak, beliau sudah bertahun-tahun hanya di dalam rumah
Video ketika Bu Umi naik becak suaminya menuju mobil karena kondisi rumahnya yang sempit tidak terjangkau mobil

Setelah di USG diketahui penyakit bu Umi adalah Hernia Umbilikalis yang sudah akut karena pengobatan yang tertunda-tunda

Minggu, 12 Februari saya bertemu bu Umi di RS, kami banyak bercanda malam itu, "pokoknya bu Umi tenang nggih, semua sudah dibayari Gusti Allah" kata saya agar Bu Umi gak usah bingung memikirkan biaya. Bu Umi berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada rekan2 donatur #SedekahRombongan

Senin 13 Februari bu Umi bersiap menjalani operasi Hernia, saya waktu itu sedang di Pontianak tidak bisa menemani, yang bikin terharu bu Umi justru menanyakan kami dari #SedekahRombongan kemana, beliau mengirimkan salam melalui Tya

Menjelang Operasi, Tya yang terus menemani bu Umi memberikan semangat untuk beliau, bagian perut yang menonjol itulah menunjukkan besarnya tumor itu.

Pak Suradi, menemani di luar ruang operasi.. Lelaki setia yang berjuang menarik becak untuk biaya operasi istrinya..

Tgl 16 Februari pagi Bu Umi Sadar, dan sudah bisa berbincang dengan Pak Suradi dan Joko anaknya, tidak ada pertanda apa-apa, sore harinya kondisi bu Umi ngedrop, jam 5 Sore bu Umi meninggal dunia..

Innalilahi wa Innailaihi Rojiun... Tim Dokter dan #SedekahRombongan sudah berusaha, namun Allah lah penentu segalanya. Kami hantarkan bu Umi hingga saat disucikan di RS PKU

Saya masih ingat senyum Bu Umi 5 hari lalu, harapan besar beliau sembuh setelah 12 tahun menderita, kehilangan untuk kami semua di #SedekahRombongan

Dengan tabah pak Suradi menemani Jenazah istrinya pulang ke Purworejo, perjuanganmu sudah tercatat langit pak...

Para tetangga mengantar Jenazah Bu Umi hingga ke Pemakaman, semua terkesima dengan perjuangan Pak Suradi dan ketabahan Bu Umi bertahun-tahun

Selamat jalan bu Umi, perjuangan panjangmu dan ketabahanmu pasti mendapat pahala berlimpah dari Allah

Joko (baju biru muda), Putra bu Umi berdoa untuk ibunya... ketabahan seorang anak melihat dan merawat ibunya yang sakit bertahun-tahun

Relawan #SR, @KarmanMove yang baru dari Brebes menyampaikan bantuan, merasa kehilangan teramat dalam..

Keluarga pak Suradi dan kerabat mengucapkan terimakasih kepada para Sedekaholic di #SR, mereka ikhlas karena umur manusia adalah hak Allah semata, kita hanya bisa ikhtiar saja.

Biaya Rumah Sakit dan pemakaman Rp. 15.630.000 Alhamdulillah 100% bisa dipenuhi dari #SedekahRombongan. Allah yang mencukupkan tanpa perlu rumit, sulit dan berbelit-belit
Ini adalah salah satu potret kelam di negeri ini, masih ada ribuan cerita lain di penjuru negeri yang tidak terjamah bantuan, tak terekspose media.
Kita semua hanya bisa miris melihat pesta pora korupsi di negeri ini, aparat yang pongah dan menutup mata pada kesulitan warga tingkat bawah. Para oknum lurah, camat yang memilih diam pada kesulitan warganya, para oknum bupati yang sibuk mencari jalan balik modal dengan korupsi.
Kita ditantang langit kawan-kawan, jika pemerintah tidak lagi mau mengurus… ini sinyal kita yang harus bergerak terus!!
ingat visi kita di #SedekahRombongan, hanya mau “Cari Muka” di Depan Tuhan… kita para Relawan dan Sedekaholic (Donatur) #SedekahRombongan tidak butuh pujian dan gemuruh tepuk tangan… apalagi itu hanya dari manusia, semua hanya akan sirna dan sia-sia…
Sebuah Video klip dari Iwan Fals, semoga terus bisa MENGETUK PINTU HATI KITA SELAMANYA….
Jumlah Bantuan Rombongan ini : Rp. 15.630.000,-
TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN
DALAM 104 ROMBONGAN + Plus Rombongan khusus
Rp. 1.389.700.950
Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan. 100% dana anda akan disalurkan tanpa dipotong biaya operasional
Bank BCA a/c 456 492 1400
Bank Mandiri : 137 00 8979 8900
a/n Saptuari Sugiharto
Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


























Saya terharu membaca berita ini. Bangga kepada saudara2 tim sedekah rombongan. Insyaalah sy ingin berkontribusi. Mohon informasi seperti ini senantiasa di link -kan ke alamat email saya.
koreksi sedikit, Mas admin (mas Lutvi (?)). Kecamatan Bagelen, bukan bagelan. Mohon maap krn saya riwil ^^
Pak Suradi kaliyan mas joko ingkang tabah nggih..
Yang tabah ya pak… semua ada hikmahnya….
Kesabaran dan kerja keras bapak tidak ada yang sia-sia….
Ya Allah, mengapa yang begini telat tertangani…
yang sudah membantu terima kasih… yang sedang “ber-enak2 dengan kursinya” mohon di hayati realitas ini….
Terharu dan gak bisa ngomong apa2, smoga pak suradi & keluarga tabah. Utk Relawan barakallah utk smua yg teman2 perjuangkan. Allah yg akan membalas semua kebaikan teman-teman.
subhanallah.. semoga semangat ikhlas memperjuangkan orang2 yg lemah selalu berkobar..
Subhanallah.. Jadi semakin semangat untuk selalu bisa berbagi. Istiqomahkan hamba di jalan ini ya Rabb..
Semoga diberikan ketabahan buat Pak Suradi dan Dik Joko.. Allah menyertai kalian..