Logo

BANTU BAYAR SEWA RUMAH SINGGAH, TEMPAT TINGGAL PEJUANG KESEMBUHAN DI SORONG Publish : 11 Oct 2021 - 09:31 WIB

Terkumpul
Rp 200.025
hari tersisa
66
Rp 100.000.000
0.2%

Rasanya ingin meneteskan air mata setiap berkunjung ke rumah singgah Sorong dan menyaksikan pasien yang datang silih berganti. Berbagai macam jenis sakit diderita oleh mereka yang menghuni rumah singgah, mulai dari kanker, tumor, hydrocephalus, leukemia, cerebral palsy, dan bahkan tak jarang ada yang menderita penyakit langka. Mereka berasal dari berbagai pelosok daerah di Kabupaten Papua Barat.

********

Diantara puluhan pasien anak-anak yang menjadi pasien dampingan #SR Sorong terdapat Fadilatul Khoirunnisa (13 tahun) yang didiagnosa mengalami Epilepsi dan Cerebral Palsy.

 

Fadilatul Khoirunnisa

 

"Pas tahun 2016, umur 6 tahun, Fadila kejangnya berkepanjangan."

"Saya sampai nggak kuat hati liatnya."

"Itu akhirnya kami nekat bawa ke Sorong, berobat ke poli anak di RSUD Sele Be Solu." ujar relawan SR Sorong

 

Semasa dalam kandungan Fadila tidak pernah menjalani proses pemeriksaan dengan dokter yang memadai karena memang keluarga Fadila tinggal di pedalaman Papua Barat. Fadila sudah mengalami kejang ketika bayi, tapi lagi-lagi orang tuanya tidak mampu membawa Fadila ke fasilitas kesehatan karena jarak yang sangat jauh. Barulah pada tahun 2016 ketika ada relawan dari Sedekah Rombongan yang mengetahui kondisinya, Fadila bisa merasakan pengobatan yang layak.

 

Kirana Nafisha

 

Selain Fadila, ada juga Kirana Nafisha (3 tahun), balita mungil asal Distrik Aimas yang didiagnosa mengalami Cerebral Palsy. Kirana mulai mengalami gejala Cerebral Palsy berupa demam dan kejang ketika berusia 8 bulan. Namun lagi-lagi karena keterbatasan biaya dan jarak fasilitas kesehatan Kirana tidak bisa mendapatkan penanganan yang tepat. 

 

#Sedekaholic, masih banyak saudara-saudara kita di Papua Barat yang tidak bisa mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang memadai karena tempat tinggalnya sangat jauh. Oleh karena itu kami ingin menghadirkan rumah singgah yang dapat ditinggali oleh mereka selama berobat ke kota Sorong secara gratis.

 

 

Rumah singgah merupakan tempat persinggahan sementara bagi pasien dampingan #SR Sorong. Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah Sorong menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi. Pasien yang membutuhkan rumah singgah ini berasal dari beberapa kabupaten di Papua Barat, antara lain Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan Raja Ampat. Ada juga pasien yang berasal dari Ambon, Maluku. 

Rumah singgah Sorong terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah, ada ruang tamu, ruang tengah, dan dua kamar untuk pasien. Di lantai bawah dilengkapi dengan dapur, kamar mandi, tempat mencuci dan menjemur pakaian. Ada teras kecil di depan dan garasi di bagian samping sebagai tempat memarkir ambulans. Di lantai 2, terdapat dua kamar, satu kamar mandi, satu ruang tengah yang cukup lega, dan balkon kecil yang menghadap ke jalan. 

Untuk konsumsi sehari-hari, relawan menyediakan sembako, beras dan kebutuhan pokok lainnya, para pendamping pasien bisa memasak sendiri di dapur. Beberapa pasien dan keluarganya sering berkumpul di ruang tengah untuk bercengkerama, saling bertukar pengalaman, dan saling menguatkan satu sama lain.

Selain sebagai rumah singgah pasien, juga dijadikan sebagai base camp bagi para relawan. Walaupun mayoritas mereka adalah pekerja atau karyawan, hampir setiap hari ada relawan yang stand by di rumah singgah secara bergantian. Satu kamar di lantai dua digunakan khusus untuk relawan, fungsinya sebagai ruang kerja, lengkap dengan meja administrasi, lengkap dengan lemari penyimpanan untuk menyimpan dokumen dan barang penting. Ruang ini juga dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi relawan.

Penghuni rumah singgah ini datang silih berganti. Dalam seminggu, rata-rata ada 3 hingga 4 pasien yang singgah.

Kalau ramai, pendamping pasien sampai tidur di ruang tengah atau ruang tamu” ucap penanggung jawab rumah singgah Sorong.

Meskipun begitu untuk menghadirkan rumah singgah yang layak diperlukan biaya yang cukup besar. 

Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah yang harus dibayar kontan secara tahunan, tidak jarang juga yang mengharuskan pembayaran langsung untuk 2 tahun. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah. Semua biaya operasional merupakan bantuan dari donatur (sedekaholic).

Saat ini masa sewa Rumah Singgah hampir habis, masa sewa harus diperpanjang agar para pasien yang tengah sakit bisa singgah dan beristirahat.

Tanpa adanya rumah singgah, pasien tidak tahu harus menginap dimana karena untuk biaya berobat saja sudah sulit apalagi harus mengeluarkan biaya lagi untuk sewa akomodasi.

#Sedekaholic, mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Sorong dengan cara :

1. Klik tombol “DONASI” sekarang

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “025”, contoh : Rp 500.025

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

 

******

Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Sorong, Papua Barat.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Jl. Anggrek Raya Gg. 12 RT.05/RW.07, Harapan Indah, Kel. Klawuyuk, Distrik Sorong Timur

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808