Logo

BANTU BIAYA OPERASIONAL RUMAH SINGGAH UNTUK PASIEN SOLO Publish : 18 Oct 2021 - 16:23 WIB

Terkumpul
Rp 480.000
hari tersisa
41
Rp 100.000.000
0.48%

Rumah Singgah #SR Solo hadir sejak tahun 2013, yang juga merupakan rumah singgah kota rujukan nasional pasien dengan kasus kelainan tulang. Pasien dari Jawa maupun luar Jawa selalu memenuhi rumah singgah ini.

Berkunjung ke Rumah Singgah ini dan menyaksikan pasien yang datang silih berganti mampu membuat siapapun meneteskan air mata.

Proses pengobatan yang panjang, kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk pulang pergi, mengharuskan pasien dhuafa tinggal di sekitar RS rujukan. Adanya rumah singgah sangat membantu pasien dengan keadaan ekonomi sulit. Untuk menyewa penginapan di sekitar RS membutuhkan biaya antara Rp 100.00 hingga Rp 200.000 per malam dan belum termasuk biaya makan. Bagi mereka biaya ini sangatlah besar..

Rumah singgah adalah rumah kedua bagi para pasien. Salah satunya untuk Diyah Rahmadani yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Umurnya mulai menginjak 10 tahun dan dia adalah siswi Madrasah Ibtidaiyah atau setara SD. Diyah menderita epilepsi yang membuat kakinya mengalami kelainan dan harus duduk di kursi roda.

Diyah Rahmadani (10 tahun)

Waktu berusia 2 tahun, Diyah mengalami panas tinggi dan kejang. Saat itu ayah dan ibunya sempat panik. Alhamdulillah, nyawa Diyah bisa tertolong walaupun kedua kakinya jadi menekuk ke dalam dan tidak bisa berjalan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Diyah membutuhkan operasi dan kontrol rutin di Solo. Diyah sangat berharap bisa sembuh dan kembali berjalan normal seperti teman-temannya. 

Pengobatan di RS khusus tulang Solo (RS Orthopedi) juga harus dijalani oleh Muhammad Dwiki Hersinanda atau biasa disapa Nanda. Nanda berasal dari desa kecil di Kabupaten Temanggung. Untuk berobat ke Solo merupakan masalah yang cukup serius bagi Nanda dan keluarga.

Muhammad Dwiki Hersinanda

Nanda lahir dengan kondisi prematur, kemudian Nanda didiagnosa mengalami Cerebral Palsy. Kondisi ini menyebabkan Nanda mengalami gangguan tumbuh kembang, sulit berbicara, serta sulit menggerakkan anggota tubuhnya.

Mustakimah, sang ibu, menuturkan, “Otot kaki Nanda kaku, lemah dan tidak bisa untuk berdiri”. 

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Nanda perlu menjalani terapi rutin dalam jangka waktu beberapa tahun.

Diyah dan Nanda hanyalah sebagian kecil pasien-pasien yang berobat di Solo dengan jarak rumah yang jauh. Kehadiran rumah singgah sangat mereka butuhkan ketika menanti giliran kapan bisa kembali ke rumah sakit dan mendapat pengobatan selanjutnya

Berdiri kokoh di Jl Jambu IX No. 7 RT 03/06, Jajar, Solo, bangunan rumah singgah cukup luas dan nyaman ditinggali. Jaraknya hanya 2 kilometer dari RS Ortopedi Solo. Bangunan 1 lantai ini memiliki 4 kamar pasien, 1 kamar untuk administrasi, dan 2 kamar cadangan yang sedang dibangun. Di halaman depan rumah tampak mobil ambulans yang sedang diparkir. 

Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi. Keluarga pasien bisa memasak sendiri di dapur yang telah disediakan.

Setiap penghuni, baik pasien maupun relawan, selalu menjaga kebersihan rumah singgah dengan rutin menyapu dan mengepel. Dalam seminggu rata-rata ada 10 sampai 15 pasien yang silih berganti memasuki rumah singgah ini.

Demi menghadirkan rumah singgah yang layak untuk mereka dibutuhkan biaya yang besar.

Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah, biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan pasien seperti: susu, pampers. obat-obatan, dan makanan sehari-hari, serta biaya perlengkapan rumah singgah seperti : peralatan sterilisasi, peralatan ganti verban (gv), kursi roda, tabung oksigen.


Untuk mencukupi kebutuhan operasional dibutuhkan banyak biaya dari para donatur. Jangan biarkan pasien terlantar di rumah singgah tanpa perawatan yang memadai.

Berikut bagan yang menunjukkan alokasi kebutuhan biaya operasional rumah singgah dalam sebulan :

#Sedekaholic, mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Solo dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI” sekarang

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “028”, contoh : Rp 500.028

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

*****
Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Solo, Jawa Tengah.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Jalan Jambu IX No. 7 RT 03/06, Jajar, Solo

 

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808