Logo

BANTU PASIEN MENJEMPUT KESEMBUHAN BERSAMA RUMAH SINGGAH JEMBER Publish : 01 Nov 2021 - 08:42 WIB

Terkumpul
Rp 350.000
hari tersisa
54
Rp 100.000.000
0.35%

Sebagai wilayah yang pertama berdenyut di Jawa Timur, #SR Jember mempunyai pergerakan yang gesit dan dinamis. Pada penghujung tahun 2014, pasien dampingan #SR Jember semakin banyak seiring dengan semakin aktifnya pergerakan kurir.

Kebutuhan akan rumah singgah pun semakin mendesak, mengingat pasien berasal dari berbagai daerah di seputar Jember. Maka relawan pun mencari rumah untuk dijadikan rumah singgah

*****

Sedekaholic, pernahkah membayangkan bagaimana kerasnya perjuangan pasien dhuafa untuk menjemput kesembuhan?

Untuk itu, mari berkenalan dengan beberapa pasien dampingan #SR Jember.

Salah satu pasien kami bernama Atik Ismawati. Selama 24 tahun Atik hidup dengan penyakit tangan gajah (Makrodaktili). Atik mengalami kelainan tangan gajah sejak masih kec. Berawal dari benjolan kecil, ketika bertambahnya usia benjolan tersebut semakin membesar.

Saat ini tangan Atik sudah sangat besar sehingga mengganggu aktifitasnya. Ketika tangannya belum sebesar sekarang Atik sehari-hari berdagang kecil-kecilan, tapi karena kondisinya sekarang Atik menjadi buruh tusuk tembakau.

Atik Ismawati (24 tahun)

Sebenarnya Atik sudah pernah berobat di RSUD Soebandi Jember ketika berusia 4 tahun, kemudian pada usia 7 tahun dirujuk RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pada benjolan di tangannya. Tetapi karena keterbatasan biaya, Atik tidak bisa kontrol rutin pasca operasi dan akhirnya pengobatannya terhenti.

Kondisi tangan Atik yang kini sudah sangat besar membutuhkan tindakan cepat dan proses pengobatan yang berkelanjutan. 

Slamet Santoso (23 tahun)

Pasien lainnya yang juga membutuhkan pengobatan secara berkelanjutan adalah Slamet Santoso (23). Di usianya yang masih muda, ia harus berhadapan dengan penyakit TB Tulang. Sebelum sakit, Slamet bekerja sebagai buruh bangunan. Ia bekerja untuk meringankan beban orang tuanya.

Tahun 2019, Slamet mengalami kecelakaan nahas. Bangunan yang tengah dibongkar roboh dan menimpa kakinya, membuat Slamet mengalami patah tulang. Slamet pun hanya bisa berbaring di kasurnya.

Slamet tak langsung berobat lantaran tidak mampu membayar biaya pengobatan, serta biaya transportasi dan akomodasi. Slamet dan keluarganya berasal dari keluarga pra sejahtera. Mereka tinggal di sebuah dusun kecil di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Slamet pun dijadwalkan untuk menjalani operasi dan harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit.

Adanya rumah singgah di Jember sangat dibutuhkan pasien-pasien seperti Atik dan Slamet. Banyak sekali pasien yang berasal dari sekitar Jember seperti Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Situbondo yang nasibnya seperti mereka.

Para pasien ini membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kesembuhan sedangkan tempat tinggalnya sangat jauh dari rumah sakit dan tidak memiliki biaya. Rumah singgah menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien yang memudahkan mereka menjalani pengobatan dan tindakan medis lainnya ke rumah sakit rujukan.

Rumah singgah Jember saat ini menempati bangunan di Perum Srikoyo Permai no. 12, Patrang, Jember, Jawa Timur. Dari luar, bangunan rumah singgah mungkin tampak sangat sederhana namun cukup nyaman ditinggali. Rumah ini memiliki 9 kamar yang mampu menampung belasan pasien. Ada satu ruangan lagi yang difungsikan sebagai kantor #SR Jember.

Meskipun begitu untuk menghadirkan rumah singgah yang layak diperlukan biaya yang cukup besar. Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah yang harus dibayarkan kontan secara tahunan. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah. Semua biaya operasional merupakan bantuan dari donatur (sedekaholic).

Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi. Setiap hari relawan menyediakan bahan makanan yang bisa dimasak sendiri oleh pendamping pasien sesuai dengan selera mereka.

Bagan berikut menunjukkan kebutuhan biaya operasional rumah singgah dalam sebulan :

Kebutuhan operasional paling banyak habis untuk biaya rumah tangga, kemudian disusul dengan biaya makan. Padahal setiap hari selalu ada pasien yang datang silih berganti menginap di rumah singgah ini.

Bila stok logistik tersendat, maka mereka terancam kelaparan dan akan menghambat proses penyembuhan mereka.

 

Sedekaholic, jangan biarkan pasien terlantar di rumah singgah tanpa perawatan yang memadai..

Untuk itu mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jember dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI” sekarang

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “033”, contoh : Rp 500.033

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

 

********

Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Jember, Jawa Timur.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Perum Srikoyo Permai No. 12, Patrang, Jember, Jawa Timur

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808