Logo

BANTU PASIEN TANGAN GAJAH DAN RATUSAN DHUAFA SAKIT DI JEMBER Publish : 27 Apr 2021 - 14:48 WIB

Pernahkah terbayangkan menjadi Atik Ismawati? Selama dua puluh empat tahun hidup dengan penyakit tangan gajah (Makrodaktili), Atik mengalami kelainan Tangan Gajah sejak masih kecil yang berawal dari benjolan kecil hingga bertambahnya usia Atik benjolan semakin membesar. 

Saat ini tangan Atik sudah sangat besar sehingga mengganggu aktifitasnya. Ketika tangannya belum sebesar sekarang Atik sehari-hari berdagang kecil-kecilan, tapi karena kondisinya sekarang Atik menjadi buruh tusuk tembakau.

Atik Ismawati

Sebenarnya Atik sudah pernah berobat di RSUD Soebandi Jember ketika berusia 4 tahun, kemudian pada usia 7 tahun dirujuk RSUD dr. Soetomo Surbaya untuk menjalani operasi pada benjolan ditangannya. Tetapi karena keterbatan biaya Atik tidak bisa kontrol rutin pasca operasi dan akhirnya pengobatannya terhenti. 

Kondisi tangan Atik yang kini sudah sangat besar membutuhkan tindakan cepat dan proses pengobatan yang berkelanjutan.

Slamet Santoso

Pasien lainnya yang juga membutuhkan pengobatan secara berkenaljutan  adalah Slamet Santoso (23). Di usianya yang masih muda, ia harus berhadapan dengan penyakit TB Tulang.  Sebelum sakit, Slamet bekerja sebagai buruh bangunan. Ia bekerja untuk meringankan beban orang tuanya. Tahun 2019, Slamet mengalami kecelakaan nahas. Bangunan yang tengah dibongkar roboh dan menimpa kakinya, Slamet mengalami patah tulang. Slamet pun hanya bisa berbaring di kasurnya.

Slamet tak langsung berobat lantaran ketidak mampuan biaya pengobatan, serta biaya transportasi dan akomodasi. Memang, Slamet dan keluarganya berasal dari keluarga pra sejahtera. Mereka tinggal di sebuah dusun kecil di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. 

Slamet pun dijadwalkan untuk menjalani operasi dan harus menjalani  kontrol rutin ke rumah sakit.

Adanya rumah singgah di Jember sangat dibutuhkan pasien-pasien seperti Atik dan Slamet. Banyak sekali pasien yang berasal dari sekitar Jember seperti  Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Situbondo yang nasibnya seperti Atik dan Slamet.  Mereka membutuhkan waktu yang  lama untuk mencapai kesembuhan sedangkan tempat tinggalnya sangat jjauh dari rumah sakit dan tidak memiliki biaya. 

Meskipun begitu untuk menghadirkan rumah singgah yang layak diperlukan biaya yang cukup besar. 

Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah.

#Sedekaholics, mari ulurkan tanganmu untuk kesembuhan dhuafa sakit yang berjuang demi kesembuhanya di Jember dan sekitarnya

Klik tombol 'Donasi' Sekarang

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholics.

-------

Disclaimer:

1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Jember, Jawa Timur.

2. Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Perum Srikoyo Permai No. 12, Patrang,Jember, Jawa Timur

3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: +62 812-9669-0808