Logo

BANTU RAYYA MELAWAN THALASEMIA Publish : 17 May 2021 - 15:07 WIB

Rayya Fattiyah Ufaira lahir dalam kondisi normal namun pada umur 3 hari mengalami  demam tinggi hingga 39 derajat celcius. Saat itu Rayya langsung dirujuk ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak dan menjalani fototerapi selama 4 hari.

Pada umur 4 bulan Rayya mulai sering muntah jika menyusu. Orang tuanya  kemudian kembali membawa Rayya ke rumah sakit. Pemeriksaan (rontgen) pada paru-paru, lambung, usus, feses dan urine menunjukkan hasil yang baik. Barulah setelah dilakukan pemeriksaan darah diketahui kadar hemoglobin darahnya hanya 6.8. Pada saat itu dokter menduga Rayya mengalami anemia.

 

 

Rayya kemudain menjalani transfusi darah, namun ternyata tidak ada perbaikan pada kondisinya. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam, sampai akhirnya diketahui jika Rayya mengalami Thalasemia.

Sampai sekarang Rayya harus melakukan transfusi darah dan melakukan cek kadar feritin (zat besi) di dalam tubuh setiap bulan. Rayya juga harus mengkonsumsi obat ferryfrox untuk mengeluarkan zat besi dalam tubuhnya setiap 3 atau 4 minggu karena kadar zat besi yang masuk ke dalam tubuh Rayya saat transfusi dapat  mengendap di limfa, hati, dan organ tubuh lainnya sehingga menyebabkan pembengkakan pada organ tubuh. Kondisi badan Rayya terbilang kurus untuk anak seumurannya, berat badannya hanya 7,4 kg.

Rayya saat ini membutuhkan biaya pemeriksaan ferritin untuk menentukan apakah perlu dilakukannya kelasi besi (membuang zat besi di dalam tubuh yang dikhawatirkan mengendap di limpa, hati dan organ tubuh lainnya yang menyebabkan pembengkakan pada organ tubuh). Rayya juga membutuhkan biaya untuk membeli susu khusus untuk menaikan berat badan karena berat badannya tidak normal dan tentunya biaya untuk transfusi darah secara rutin.

Orang tua Rayya sendiri hanya bekerja sebagai kurir ekspedisi pengiriman dan ibu rumah tangga. Tentunya berat bagi mereka untuk mencukupi semuanya. Padahal besar harapan mereka supaya Rayya dapat sehat dan kembali pulih, menjadi anak yang aktif dan ceria.

Oleh karena itu #Sedekaholics, mari ringankan beban Raditya dan dhuafa lainnya  dengan menyisihkan sedikit rezeki kita untu membantu pengobatnnya dengan cara:

Klik Donasi Sekarang