

Di usianya yang masih belia, Abid Khoiril Fatihin seharusnya menjalani hari-hari seperti anak seusianya, belajar, bermain, dan tumbuh tanpa banyak beban. Namun kenyataannya, sejak kecil Abid sudah harus akrab dengan rasa sakit, ruang rumah sakit, dan berbagai proses pengobatan yang tidak mudah.
Perjalanan ini bermula saat Abid duduk di bangku kelas 3 SD. Sebuah kejadian jatuh di sekolah membuat tulangnya mengalami masalah. Sejak saat itu, kondisi kakinya menjadi bengkok dan membutuhkan penanganan medis secara berkala. Tidak hanya itu, Abid juga pernah mengalami patah tulang pada bagian tubuh lainnya, yang semakin memperberat kondisi fisiknya.
Namun ujian Abid tidak berhenti di situ. Ia juga harus menghadapi penyakit lain yang jauh lebih berat, yaitu glaukoma, penyakit mata yang diturunkan dari sang ayah. Jika ayahnya kini hanya mampu melihat titik cahaya, Abid masih diberi kesempatan untuk melihat, meski harus berjuang mempertahankannya melalui berbagai pengobatan.
Berbagai upaya telah dilakukan. Abid harus bolak-balik menjalani kontrol ke dua rumah sakit berbeda. Untuk kondisi kakinya, ia rutin berobat ke Rumah Sakit Ortopedi di Solo. Sementara untuk pengobatan matanya, ia harus ke RS Kariadi Semarang, menjalani pemeriksaan dan tindakan medis yang tidak ringan.
Beberapa waktu lalu, Abid menjalani operasi pada mata kirinya dengan harapan penglihatannya dapat diselamatkan. Namun kenyataannya tidak sesuai harapan. Setelah tindakan dilakukan, dokter menyampaikan bahwa mata kirinya tidak bisa lagi berfungsi karena kondisi saraf yang sudah tidak memungkinkan untuk pulih.

Sejak saat itu, Abid harus melanjutkan hidup dengan kondisi penglihatan yang terbatas. Ia tetap menjalani kontrol rutin untuk menjaga kondisi mata yang masih bisa melihat, sekaligus melanjutkan pengobatan untuk kakinya agar tidak semakin memburuk.
Setiap kontrol, setiap perjalanan ke rumah sakit, menjadi bagian dari usaha untuk mempertahankan harapan yang masih tersisa. Agar Abid tetap bisa melihat, tetap bisa berjalan lebih baik, dan tetap memiliki kesempatan untuk menjalani masa depan yang lebih baik.
Mari bersama hadirkan dukungan untuk Abid dan pasien dhuafa lainnya. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui Sedekah Rombongan, agar Abid dan dhuafa sakit lainnya dapat terus menjalani pengobatan dan mempertahankan harapannya dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sedekaholic juga dapat membagikan galangan dana ini agar lebih banyak orang membantu dhuafa sakit dalam menjemput kesembuhannya.
Terima kasih, Sedekaholic!
Disclaimer:
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengobatan Abid, pasien dampingan SR lain yang membutuhkan, serta membantu operasional pergerakan Sedekah Rombongan dalam mendampingi dhuafa sakit.
![]()
Belum ada Fundraiser