Logo

RUMAH SINGGAH UNTUK PASIEN DARI SELURUH PELOSOK NEGERI Publish : 26 Oct 2021 - 08:36 WIB

Terkumpul
Rp 700.000
hari tersisa
49
Rp 150.000.000
0.47%

Jakarta sebagai ibukota negara tentu memiliki fasilitas kesehatan yang paling baik dibandingkan dengan daerah lainnya. Banyak rumah sakit di Jakarta yang menjadi rujukan para pasien dari berbagai daerah, salah satunya RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Tinggal di Ibu Kota memang tak mudah, biaya hidup tak murah, ditambah dengan kondisi pasien yang sedang menjalani proses pengobatan dengan segala kekurangan. Mau tak mau, para pasien dan keluarganya tinggal sementara di rumah singgah dan menjadikan tempat ini sebagai rumah kedua mereka. 

********

Muhammad Febri (3 tahun)

Salah satunya adalah Muhammad Febri, pasien asal Kabupaten Karimun, Provinsi Riau. Muhammad Febri (3 tahun) memiliki kelainan pada matanya sejak lahir. Mata Febri tidak bisa merespon dengan baik, apabila ada cahaya lampu dia sangat menyukainya. Febri juga  belum bisa berbicara dan pendengarannya pun terganggu.

Sebelumnya Febri belum pernah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis mata karena dokter tersebut ada di RSUD Muhammad Sani Karimun dan RS Bakti Timah Karimun, dimana letak kedua rumah sakit tersebut berada di Pulau Karimun. Mereka tinggal di Pulau Kundur yang membutuhkan waktu ± 1 jam perjalanan laut menggunakan speedboat untuk menuju Pulau Karimun. 

Namun, ternyata setelah ada jalan untuk periksa ke rumah sakit di Pulau Karimun justru Febri harus dirujuk ke Jakarta karena peralatan di rumah sakit daerah tersebut belum memadai. Orang tua Febri, Pak Bani Suharjono (50 tahun) dan Ibu Julia (35 tahun) semakin bingung dengan keadaan tersebut. Untuk ke Pulau Karimun saja mereka harus menunggu uluran tangan dari donatur, bagaimana kalau harus ke Jakarta?

Yudistira Gian Pratama (10 tahun)

Kebingungan lain juga dirasakan oleh orang tua Yudistira Gian Pratama atau biasa disapa Yudis. Yudis berasal dari  Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudis didiagnosa dokter mengalami jantung bocor, Cerebral Palsy dan Hipospadia. Dokter merujuk Yudis untuk berobat ke Jakarta tetapi karena kendala biaya orang tua Yudis kesulitan untuk mengikuti saran tersebut.

Untuk bisa berobat di Jakarta, pasien seperti Febri dan Yudis membutuhkan tempat tinggal sementara karena proses pengobatan mereka panjang. Kehadiran rumah singgah di Jakarta sangat mereka butuhkan ketika menanti giliran kapan bisa kembali ke rumah sakit dan mendapat pengobatan selanjutnya

Rumah Singgah menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien yang memudahkan pasien menjalani pengobatan dan tindakan medis lainnya ke rumah sakit rujukan. Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi. 

Tinggal di rumah singgah sangat menghemat biaya yang harus dikeluarkan pasien, daripada menyewa kamar kost atau petak kamar yang tarifnya mencapai Rp 1 juta per bulan dan mencarinya pun cukup sulit. Pasien dan keluarganya yang singgah di rumah singgah rata-rata tidak mempunyai sanak saudara di Jakarta. Mereka berasal dari berbagai pulau, tidak hanya dari Pulau Jawa. Mereka datang dari Jambi, Riau, Lampung, Ternate, Makassar, hingga Sorong. 

Bila #SR di kota lain cukup memiliki 1 rumah singgah saja, kondisi ini tentu tidak sama dengan #SR Jakarta. Karena semakin bertambahnya pasien, maka #SR Jakarta menyewa 2 rumah untuk menampung pasien dari seluruh pelosok negeri. 

Rumah singgah pertama beralamat di Jl Kenari 2 no 15, RT 4/4, Kel. Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat. Di daerah ini, rumah penduduk rapat dan berhimpitan, gangnya sempit hanya bisa dilewati 1 mobil saja, kanan-kiri bahu jalan terparkir kendaraan milik warga sekitar. Namun lokasinya cukup dekat dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM). Rumah dua lantai ini dikontrak penuh dengan sistem pembayaran tahunan, terdiri dari 6 kamar dan 1 ruang tamu.

Rumah singgah kedua beralamat di Jl. H. Ayub, gang H. Noor Buntu nomor 35 A, Kel. Pejaten Barat, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bangunan rumah singgah dengan 2 lantai ini memiliki ruang untuk admin dan 12 kamar pasien dengan 4 kamar mandi. 

Setiap hari pasien datang silih berganti ke kedua rumah singgah ini, bisa dibilang bahwa rumah singgah tidak pernah kosong, selalu terisi penuh. 

Rumah singgah Jakarta bukan bangunan mewah dengan fasilitas lengkap, rumah singgah ini begitu sederhana namun cukup untuk berlindung.

Demi menghadirkan rumah singgah yang layak untuk mereka, dibutuhkan biaya yang besar. 

Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah yang dibayarkan secara tahunan. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah. Semua biaya operasional merupakan bantuan dari donatur.

Bagan berikut menunjukkan pembagian kebutuhan biaya operasional rumah singgah dalam sebulan :

Kebutuhan operasional paling banyak habis untuk biaya rumah tangga, kemudian disusul dengan biaya makan. Setiap hari kami harus menyediakan bahan makanan untuk pasien dan keluarga yang menginap di rumah singgah. Padahal setiap hari selalu ada pasien yang datang silih berganti menginap di rumah singgah ini.

Bila stok logistik tersendat, maka mereka terancam kelaparan dan akan menghambat proses penyembuhan mereka.

 

Sedekaholic, jangan biarkan pasien terlantar di rumah singgah tanpa perawatan yang memadai..

Walaupun rumah singgah Jakarta termasuk rumah dengan kategori sempit, namun semangat para pasiennya tidak terhimpit. Banyak harapan yang terajut di dalam Rumah Singgah ini, harapan dari pasien, begitu juga harapan dari para relawan. 

Apabila tidak ada rumah singgah, banyak pasien yang akan telantar karena tidak tahu harus menginap dimana lagi..

#Sedekaholic, mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI” sekarang

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “031”, contoh : Rp 500.031

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

 

********

Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Jakarta, DKI.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: 

Jl Kenari 2 no 15, RT 4/4, Kel. Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat

Jl. H. Ayub, gang H. Noor Buntu nomor 35 A, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808