Logo

RUMAH SINGGAH UNTUK PEJUANG KESEMBUHAN DI JOGJA Publish : 22 Oct 2021 - 09:11 WIB

Terkumpul
Rp 1.440.000
hari tersisa
47
Rp 150.000.000
0.96%

Ribuan cerita tertoreh sepanjang 10 tahun pergerakan #SR Jogjakarta, pergerakan #SR semakin dinamis karena bertambahnya pasien. Akhirnya dibentuklah Rumah Singgah sejak tahun 2012.

*******

Rumah Singgah #SR merupakan tempat tinggal sementara bagi pasien yang memudahkan mereka menjalani pengobatan dan tindakan medis lainnya ke rumah sakit rujukan. Selain menyediakan tempat tinggal, Rumah Singgah menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi.

Rumah Singgah Jogja saat ini beralamat di Jl. Munggur No 50A 15/05 Demangan Kidul, Gondokusuman, Yogyakarta. Rumah ini akrab disebut “pink”, karena pagarnya berwarna merah muda, memiliki 6 kamar pasien dan satu ruang tengah yang dapat ditempati 2 pasien. Rumah singgah juga dilengkapi dengan dapur dan 2 kamar mandi, serta ruang administrasi & perawat.

Rumah singgah Jogja tak pernah sepi penghuni, pasien datang silih berganti. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar Jogja. Mereka umumnya membutuhkan proses pengobatan yang tidak selesai dilaksanakan dalam waktu singkat 2–3 hari atau 1–2 minggu saja. Butuh ikhtiar yang panjang untuk pengobatan, bahkan bisa sampai berbulan-bulan.

Kesibukan di rumah singgah sudah dimulai menjelang subuh. Dua jam kemudian, sekitar jam enam pagi, semua pasien yang akan kontrol ke rumah sakit sudah bersiap. Ada Alvaro (4 Tahun) yang menderita retinoblastoma (kanker mata). Ada Ibu Maliqul yang menderita kanker payudara, ada Pak Ngadino (65 tahun) dan Annisa Nurlaila yang menderita Lymphoma, Pak Suwilo yang menderita tumor otak primer dan masih banyak lagi.

Pasien lain yang sering memanfaatkan Rumah Singgah Jogja adalah Akbar. Sejak usianya 1,5 tahun, Akbar harus berjuang melawan banyak penyakit, sedikitnya ia harus menghadapi 5 komplikasi penyakit sekaligus. 

Akbar

Dimulai dari demam tinggi, kejang, hingga tak sadarkan diri. Akbar divonis menderita glukoma atau kerusakan syaraf mata. Akbar juga terdeteksi menderita Cerebral Palsy atau lumpuh otak. Akbar mengalami kebutaan permanen di usianya yang ke-3 tahun. Akbar juga menderita epilepsi, hidrosefalus, dan GDD atau Global Developmental Delay (keterlambatan tumbuh kembang).

Erlin Herlina, Sang Ibu, sambil menahan air mata menceritakan kisah awal mula ketika anaknya mulai jatuh sakit, dan kisah perjuangannya mendampingi sang anak menjemput kesembuhan.

“Waktu itu masih bayi kecil usia 1,5 bulan. Kondisinya udah parah, kejang, terus dibawa ke ruang PICU."

"Akbar sempat koma selama 21 hari dan harus dirawat di dalam inkubator. Dokter sempat angkat tangan, katanya anak saya tidak akan bertahan hidup lama"

"Tapi, Alhamdulillah, Akbar sadar dari koma dan bisa bertahan hingga sekarang."

"Kalau ingat waktu itu, saya pingin nangis" ujar Elin

Akbar dan Ibunya

Usai Akbar sadar, Erlin dan keluarga harus menerima kenyataan pahit. Akbar divonis menderita 5 komplikasi penyakit. Namun Erlin tak pernah berpikir untuk menyerah. Bagi Erlin, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, yang pasti menunjukkan mukjizatNya. Keyakinan itu ia wujudkan dengan mendampingi ikhtiar sang anak untuk menjemput kesembuhan.  

Saat ini Akbar membutuhkan serangkaian proses pengobatan secara rutin dan berkelanjutan di RSUP Dr. Sardjito Jogja. Demi memperjuangkan kesembuhan anaknya, Erlin harus berpisah dengan keluarganya yang tinggal di Purworejo dan menetap cukup lama di Rumah Singgah. Biasanya Erlin hanya pulang sebentar ke Purworejo untuk memperpanjang surat rujukan kemudian kembali ke Rumah Singgah untuk menemani Akbar yang harus rutin menjalani terapi di RSUP Dr. Sardjito. 

Akbar hanyalah potret kecil pasien dari luar kota yang mengalami kesulitan biaya sedangkan harus berobat ke Jogja dalam jangka waktu lama. Perjuangan mereka pasti berat, membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun dan biaya hingga puluhan juta untuk sembuh dan harus rela berpisah jauh dari keluarga.

Kehadiran rumah singgah sangat mereka butuhkan ketika menanti giliran kapan bisa kembali ke rumah sakit dan mendapat pengobatan selanjutnya. Tanpa adanya rumah singgah mereka tidak bisa berobat di Jogja. Rumah singgah ini dibutuhkan oleh mereka yang berasal dari Purworejo, Kebumen, Magelang, Temanggung, Gunung Kidul, Magetan, Madiun dan wilayah sekitarnya.

Selain sebagai tempat tinggal pasien, rumah singgah ini juga menjadi tempat berkumpulnya relawan SR Jogja. Kegiatan di rumah singgah sangat padat. Setiap hari Senin, rutin diadakan pengajian khusus akhwat dengan mendatangkan ustadzah. Di hari Jumat, ada sedekah terapi untuk pasien. Terapi yang diberikan antara lain bekam, terapi bayi dan anak, dan terapi rangka menggunakan metode TSI.

Para relawan kerap menjenguk pasien dan mengobrol dengan mereka. Para pasien tak sungkan menceritakan kondisi atau kesulitan mereka. Bahkan pasien semakin semangat menjalani pengobatan dan merasa memiliki teman untuk mencurahkan isi hati.

Demi menghadirkan rumah singgah yang layak di Jogja dibutuhkan biaya yang besar.

Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah yang harus dibayar kontan secara tahunan, tidak jarang juga yang mengharuskan pembayaran langsung untuk 2 tahun. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah seperti : peralatan sterilisasi, peralatan ganti verban (gv), kursi roda, dan tabung oksigen.

Bagan berikut menunjukkan berapa persen kebutuhan operasional rumah singgah dalam sebulan :

Saat ini masa sewa rumah singgah hampir habis, masa sewa harus diperpanjang agar para pasien yang tengah sakit bisa singgah dan beristirahat.

Bila tidak diperpanjang, pasien yang menginap di rumah singgah terancam terusir, dan tidak tahu harus menginap dimana. 

#Sedekaholic, mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jogja dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI” sekarang

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “030”, contoh : Rp 500.030

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

 

*********

Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Jogjakarta, DIY.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Jl. Munggur No 50A 15/05 Demangan Kidul, Gondokusuman, Yogyakarta

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808