

Selama lebih dari 10 tahun, Mbak Sulasih dan Mbak Wati asal Pati menjalani hari-hari mereka sebagai dua saudara yang sama-sama berjuang dengan kondisi masing-masing. Keduanya hidup saling bergantung, saling menjaga, dan selalu berjalan bersama dalam setiap proses pengobatan.
Mbak Sulasih tidak bisa berjalan karena kondisi yang dialaminya, sementara Mbak Wati harus menjalani pengobatan sebagai pasien poli jiwa. Dalam keterbatasan itu, keduanya tetap berusaha saling melengkapi. Setiap kali kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, mereka pergi bersama, satu membantu secara fisik, yang lain berusaha tetap hadir mendampingi.

Mbak Wati dan Mbak Sulasih berangkat berobat bersama dijemput MTSR
Di balik semua itu, Mbak Sulasih tetap menjadi tulang punggung keluarga. Ia berjualan sayuran di pasar menggunakan motor roda tiga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari hasil itulah, ia menghidupi ibunya yang sudah lanjut usia, sekaligus merawat Mbak Wati.
Perjalanan ini bukan sesuatu yang ringan. Menjalani pengobatan dalam jangka panjang, di tengah keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, menjadi tantangan yang terus mereka hadapi dari waktu ke waktu.
Selama ini, Sedekah Rombongan telah mendampingi perjuangan mereka. Namun, perjalanan panjang ini masih harus terus dilanjutkan.
Mari bantu Mbak Sulasih dan Mbak Wati serta pasien dhuafa lainnya agar pengobatan mereka tetap berjalan. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui Sedekah Rombongan dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sedekaholic juga dapat membagikan galangan dana ini agar lebih banyak orang membantu dhuafa sakit dalam menjemput kesembuhannya.
Terima kasih, Sedekaholic!
Disclaimer:
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengobatan Mbak Wati, Mbak Sulasih, pasien dampingan SR lain yang membutuhkan, serta membantu operasional pergerakan Sedekah Rombongan dalam mendampingi dhuafa sakit.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik