

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, Semeru memasuki fase erupsi berkelanjutan: hanya dalam 24 jam, tercatat 157 kali letusan, puluhan gempa guguran, dan embusan yang terus-menerus. Kolom abu menjulang hingga 2 kilometer ke langit dan awan panas meluncur sejauh 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan, salah satu jalur rawan yang berdekatan dengan permukiman warga.
PVMBG menetapkan Semeru pada Status Level IV (Awas) karena aktivitas vulkaniknya masih sangat tinggi dan berpotensi membahayakan kapan saja. Seismograf bahkan merekam 35 letusan hanya dalam waktu 6 jam, menunjukkan bahwa ancaman belum mereda.
Akibat rangkaian erupsi ini, warga di beberapa desa sekitar lereng Semeru harus dievakuasi. Saat ini, sedikitnya 645 pengungsi tersebar di tiga titik utama: SD Supiturang, SMP Pronojiwo, dan Kantor Desa Oro-Oro Ombo di Lumajang. Banyak dari mereka adalah anak-anak, lansia, dan keluarga yang harus meninggalkan rumah hanya dengan pakaian yang menempel di badan. Sebagian sudah mengeluhkan batuk, iritasi mata, dan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Sementara itu, BNPB dan relawan terus membersihkan jalan serta memulihkan akses dasar, namun kebutuhan warga masih besar: masker dan pelindung pernapasan, selimut dan alas tidur, makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan dasar. Kondisi pengungsian yang padat membuat bantuan cepat sangat dibutuhkan.
Melihat kondisi ini, Sedekah Rombongan (SR) tergerak untuk hadir membantu para penyintas Semeru. SR akan menyalurkan bantuan darurat berupa alat kesehatan, logistik harian, kebutuhan pengungsian, dan dukungan layanan kesehatan di titik-titik terdampak.
Kami mengajak Sedekaholic dan seluruh masyarakat untuk ikut meringankan beban mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit ini.
Klik “Donasi Sekarang” melalui Sedekah Rombongan.
Setiap donasi adalah harapan baru bagi saudara-saudara kita di Lumajang.
![]()
Belum ada Fundraiser