Logo

URGENT.. PASIEN RIAU BUTUH AMBULANS Publish : 08 Sep 2021 - 14:43 WIB

Aktif di kegiatan sosial kemanusiaan sejak tahun 2015, Sedekah Rombongan Riau memfokuskan kegiatan sosialnya bagi para dhuafa yang tengah sakit. Pasien tersebut membutuhkan pengobatan, dukungan dana, pendampingan, serta transportasi untuk berobat.

Medan jalan yang tidak beraspal dan masih berbatu menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi relawan Sedekah Rombongan Riau. Sepanjang 388 kilometer jalan provinsi di Riau masih dalam kondisi jalan tanah. Berdasarkan data dari Gubernur Riau, Bapak Syamsuar, di tahun 2020 kondisi jalan yang memadai hanya sekitar 58,63% dari total ruas jalan yang ada. Medan yang berat ini selain menguji kesabaran dan keberanian para relawan, juga menguji kekuatan mobil yang akan beroperasi di wilayah ini. Armada ambulans harus tahan banting dan siap menghadapi kerusakan akibat jalan yang tidak rata, seperti bumper depan mobil pecah dan lecet di berbagai bagian mobil. 

Kondisi medan jalan di Riau

 

Dengan kondisi jalanan yang belum rata, kami membutuhkan moda transportasi untuk mengangkut pasien dengan aman dan nyaman. Namun karena keterbatasan aset, tidak jarang relawan kami harus mengantar jemput pasien menggunakan kendaraan pribadi. Tak hanya terhenti di jalur darat, beberapa pasien di Riau pun harus dijemput melalui jalur laut karena lokasi pasien yang berada di seberang pulau. Antar jemput pasien menggunakan kapal juga menjadi tantangan tersendiri bagi relawan Sedekah Rombongan. 

Salah satu pasien yang menjadi dampingan di SR Riau adalah Abil Juliano (12 tahun) yang mengalami kelainan syaraf. Saat Abil berumur 8 tahun tiba-tiba saja merasakan sakit, dan seketika mengalami lemas ketika sedang bermain.

 Abil, 12 Tahun

 

 

“Saat ia sedang bermain, tiba-tiba punggungnya sakit, tangannya gak bisa digerakkan, dan kakinya lemas,” kata seorang Relawan Sedekah Rombongan Riau.

Orangtuanya segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ternyata Abil mengalami saraf terjepit. Selang beberapa waktu, tulang punggung Abil  tiba-tiba juga membengkok. Kondisi Abil semakin memburuk. Abil hanya bisa di atas kursi roda untuk menjalani aktivitasnya.

Saat dibawa ke rumah sakit setempat, dokter merujuknya ke rumah sakit yang ada di Pekanbaru, Riau karena peralatan medis yang lebih lengkap. Namun karena keterbatasan biaya dan jarak rumah sakit rujukan 3 jam perjalanan darat membuat orang tuanya urung membawa Abil berobat ke rumah sakit rujukan. 

Layanan ambulans Riau tidak hanya diperuntukkan bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan saja, saat ini para relawan juga sering mendapatkan permintaan untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah Riau.

Sedekah Rombongan sadar bahwa tidak semua masyarakat mampu menikmati layanan ambulans karena biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. 

 

Adanya ambulans gratis di Riau sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama pasien dari daerah pelosok Provinsi Riau yang harus berobat ke Kota Pekanbaru. Jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mahal sangat memberatkan para dhuafa sakit untuk berobat. Mari kita bantu meringankan beban penderitaan mereka..

 

Oleh karena itu, kami mengajakmu, para #OrangBaik untuk bersatu, mengulurkan tangan dan menyisihkan rezeki untuk membantu pengadaan ambulans gratis  dengan cara:

1. Klik 'Donasi' sekarang
2. Masukan nominal donasi dengan kode unik "013". Contoh: Rp1.000.013.
3. Pilih Bank Transfer BNI/Mandiri/BRI/Permata/dll, Gopay, OVO dan E-Wallet lainnya
4. Dapatkan laporan via email dan Transfer ke nomor rekening yang tertera

 

Mari, berikan sedekah terbaikmu! 

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional ambulans gratis di Riau dan sekitarnya.

InsyaAllah ada pahala di setiap putaran roda ambulans gratis yang mengantarkan dhuafa sakit.  

 

Terima kasih #Sedekaholics!