Langkah Aslimah Maknai Kebahagiaan

Diposting : 16 Januari 2020
Dilihat : 80 kali

"Kebahagiaan itu terletak di dalam hati kita, bukan pada fisik kita."
"Tuhan itu Maha Adil," tegas Aslimah sembari tersenyum.
Sebuah perkataan yang mengingatkan kita untuk kembali menyelami makna 'kebahagiaan' dalam hidup ini.
.
Meski ibu rumah tangga berumur 31 tahun ini lahir tanpa kedua kakinya, ia tetap menjalankan rutinitasnya seperti ibu rumah tangga lain pada umumnya.
Memasak, mencuci, merawat kedua putrinya dan suaminya.
Terlebih, ia juga membantu suaminya berdagang di salah satu obyek wisata di Yogyakarta.
.
Aslimah besar di salah satu desa di Kudus dan memutuskan untuk merantau ke pusat kota saat SMA.
Tidak sekedar melanjutkan SMA di kota, ia mengaku juga belajar begitu banyak ilmu kehidupan di sana.
.
"Saat mau cari rumah kos di sana, sempat ditolak beberapa kali karena takut memberatkan."
"Soalnya kan saya memang harus kemana-mana menggunakan kursi roda."
"Akhirnya, bapak kos saya dulu yang purnawirawan TNI mau menerima saya di kos-kosan miliknya."
.
"Waktu libur sekolah, saya juga sering berkunjung ke rumah sakit, nengokin orang-orang yang sebenarnya nggak saya kenal."
"Saya semangati mereka, dan saat mereka melihat kondisi saya yang seperti ini, mereka bisa lebih bersyukur karena hanya sedang diuji sakit," tutur Aslimah menceritakan pengalaman hidupnya itu.
.
Tak hanya menyemangati mereka yang sakit, Aslimah juga kerap berbagi pada anak-anak jalanan di Kudus kala itu.
Sebagian uang sakunya ia sisihkan untuk membelikan es krim bagi anak jalanan.
Ia juga sesekali tidur bersama mereka, di pinggir jalan.
Baginya, pengalam itu memberikannya 'ilmu kehidupan' yang selalu ia bawa hingga sekarang.
.
"Ilmu kehidupan itu kalau tidak dipelajari, maka kita tidak akan pernah tahu."
"Kalau kita tidak mengalami sendiri, ya kita tidak akan pernah benar-benar bisa merasakannya."
"Padahal, kalau kita nggak pernah merasakan duka, kita nggak akan bisa merasakan suka," pungkasnya.
.
Hal itulah yang selalu membuat Aslimah bersyukur dan berbahagia dalam menjalani hidup ini.
Seberat apa pun cobaan di dunia, selalu ada pertolongan dari Tuhan Yang Maha Adil.