Melukis Masa Depan, Memaafkan Masa Lalu

Diposting : 18 Juni 2019
Dilihat : 104 kali



"Saya kini belajar melukis untuk mengisi waktu luang saya."
"Saya juga sudah mulai bisa mandiri dengan bantuan kursi roda," tuturnya saat #SedekahRombongan dipertemukan dengan pemuda inspiratif asal Bogor pada Mei 2019 lalu.
.
Abdul Rohman (21 tahun), kini hidup dengan kondisi parapleki atau lumpuh dari bagian perut ke bawah.
Kelumpuhannya ini terjadi akibat kejadian pengereyokan yang dialaminya empat tahun lalu.
.
Suatu malam di bulan Desember 2014, ia menumpang angkutan kota untuk pulang dari tempatnya bekerja menuju rumahnya di Tanah Sareal, Bogor.
Saat angkutan tersebut melewati tempat berlangsungnya konser musik, beberapa pemuda secara brutal masuk ke angkutan dan mengeroyok dirinya.
.
"Saya yang nggak tahu apa-apa tiba-tiba dikeroyok dan dibacok di bagian punggung saya."
Luka yang lebar dan dalam itu ternyata juga memutuskan urat syarafnya sehingga ia tak dapat lagi berjalan dan mati rasa dari bagian perut ke bawah.
.
Ia kemudian dirujuk ke RSUP Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di rumah sakit ini juga, ia berusaha mulai belajar mandiri sehingga tak melulu menyusahkan kedua orang tuanya.
.
Tak ingin terus terperangkap pada masa lalu, kini pemuda asal Bogor ini bertekad untuk mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif.
Sejak tahun 2018, ia mulai belajar melukis dan terus berusaha untuk menjadi pelukis profesional.
.
"Awalnya diajak orang untuk belajar melukis."
"Kemarin, Alhamdulillah, lukisan saya dibeli satu oleh seseorang yang berkunjung ke rumah."
.
Selain melukis, ia juga mengisi waktu luangnya dengan membaca dan menulis.
Namun, melukis kini menjadi hobi barunya yang ia harap juga dapat menambah penghasilan untuk membantu kedua orang tuanya membiayai kehidupan keluarga mereka.
.
"Saya harap suatu saat bisa ikut pameran lukisan dan menjadi pelukis profesional."
"Saya ingin mandiri dan tidak melulu menyusahkan orang tua saya."
.
Nah, buat kita yang dikasih kesehatan, jangan mau kalah dan patah semangat disaat ada masalah, ujian atau cobaan yang datang.
Selalu ada hikmah terindah dibalik semuanya.
(***)