MENGALAMI CTEV, VINO INGIN SEGERA BISA BERJALAN

Diposting : 30 Maret 2020
Dilihat : 873 kali

"Berbeda dengan anak lainnya, kaki Vino bengkok ke dalam, jadi belum bisa berjalan."
"Kata dokter mengalami  clubfoot atau CTEV (Congenital Talipes Equniovarus)."
"Meski begitu, Vino tetap kesayangan kami," tutur Ibu Siti, ibunda dari Ahmad Arvino Nazril Arsyad (1 tahun).
.
Terjadi hanya pada 1 dari 1000 kelahiran, kaki Vino membengkok ke dalam dikarenakan otot tendonnya yang pendek sehingga menarik kaki ke arah dalam.
Saat menyadari kondisi kaki putranya yang bengkok, kedua orang tua Vino segera membawanya ke Puskesmas terdekat.
Dari Puskesmas, balita asal Kabupaten Rembang ini pun dirujuk ke RSUD Rembang.
Namun, dokter kembali merujuknya ke RS Ortopedi Dr. Soeharso (RSO) di Solo untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.
.
Ayah Vino, Pak Mochamad Alimin, hanya bekerja sebagai buruh dengan pendapatan yang tak seberapa.
Padahal, program perawatan yang harus Vino jalani mengharuskannya kontrol ke RSO setiap 1 minggu sekali.
Alhamdulillah, pada November 2019, Sedekah Rombongan dapat mulai mendampingi perjuangan Vino.
.
"Setelah dirujuk ke RSO Solo, Vino sudah melakukan tujuh kali pemasangan gips yang dilepas setiap minggu untuk memperbaiki bentuk kakinya."
"Sekarang Vino harus memakai sepatu khusus selama 23 jam sehari."
"Hanya boleh dilepas 1 jam saja saat mandi," tutur Nisa, Perawat di RSSR Solo.
.
Perlahan tapi pasti, Vino mengalami perkembangan.
Terima kasih pada #sedekaholics yang telah membantu perjuangan Vino hingga sekarang ini.
.
Kamu ingin juga membantu perjuangan Vino dan ribuan pasien dhuafa dampingan SR lainnya?
Yuk, kita serbu #RombonganKebaikan ini!
.

UPDATE TERKINI:
Perkembangan  Dek vino alhamdulillah sudah bisa berjalan, tapi masih sering jatuh. Sampai saat ini sepatu khusus dari rumah sakit masih dipakai, dan sayangnya karena ada Covid Dek Vino belum bisa kontrol lagi