Waluyo Buktikan Difabel Mampu Berdaya & Mandiri

Diposting : 11 November 2019
Dilihat : 48 kali


Waluyo Setiadi (44 tahun) adalah pengusaha madu di Yogyakarta.
Ia sebenarnya terlahir normal, namun di usia tujuh bulan mengalami lumpuh layu akibat polio.
.
"Tentu ada sikap diskriminatif yang saya rasakan, tapi saya tidak menyerah pada keadaan," tutur Waluyo.
.
Keinginan untuk bisa maju dan hidup mandiri membuat dirinya bertekad bisa memperoleh wajib belajar sembilan tahun.
Selepas lulus dari pendidikan dasar di SLB, Waluyo melanjutkan ke sekolah umum di SMP dan SMA.
.
Baginya, memperoleh pendidikan adalah hak setiap orang dan dirinya tak pernah malu dengan keterbatasan yang dimiliki.
Keyakinan itu membuat dirinya pun memutuskan mengikuti kursus servis elektronik.
.
Hanya saja, ia merasa bakatnya kurang berkembang di bidang elektronik.
Tak patah arang, pria asal Kebumen ini mencoba berdagang kelontong hingga jadi buruh di percetakan di ibu kota.
.
Pada akhirnya, Yogyakarta menjadi pilihannya untuk mengadu nasib di sebuah pabrik madu.
Setahun bekerja disana, Waluyo akhirnya memutuskan untuk menjalankan usaha sendiri dengan berdagang madu keliling.
.
Kala itu, kursi roda jadi satu-satunya alat yang membantunya berkeliling menjajakan botol madu.
Waluyo tak menyangka jika Allah melancarkan rezekinya lewat madu.
.
"Awalnya saya hanya bisa menjual 5-10 botol madu, tapi Alhamdulillah sekarang bisa sampai ratusan botol tiap bulan," ucapnya.
.
Dari hasil kerja kerasnya, Waluyo mampu memodifikasi sebuah motor yang kini digunakannya saat menjajakan dagangannya.
Tak heran kalau beliau jadi pengurus aktif di Difabel Motor Club.
.
Tak ingin sukses sendirian, Waluyo berinisiatif mendirikan sebuah wadah agar rekan-rekan sesama difabel bisa berdaya.
Melalui lembaga itu, mereka bisa mendapatkan solusi di bidang permodalan usaha.
.
Waluyo sadar jika semua langkah yang telah dilampauinya ini tak terlepas dari doa dan dukungan semangat dari istri dan anaknya.
Dirinya berharap jika kelak mampu membangun sebuah rumah milik sendiri untuk keluarga kecilnya.
.
Nah #sedekaholics, di setiap usaha yang dilakukan dengan niat dan tujuan yang baik maka akan berujung pada kebaikan juga.
Yuk berombongan melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan sesama!