ROMBONGAN 151

Alhamdulillah.. satu per satu pasien #SR Sembuh dan Pulang

Alhamdulillah, setelah lebih dari satu bulan dirawat intensif di RSCM, adik Rizki, yang lahir di Pandeglang 27 Maret 2012, tanpa tangan, kaki dan lubang anus, diizinkan untuk pulang ke kampung halamannya.

Total biaya yang dikeluarkan untuk adik Rizki, sejak masuk RSCM hingga proses pengantaran ke Pandeglang mencapai Rp. 31.228.000. Sebagian besar biaya dikeluarkan ketika kondisi darurat di awal perawatan, yang belum dicover jamkesmas. Setelah pengurusan jamkesmas selesai, biaya perawatan dan pengobatan adik Rizki ditanggung jamkesmas.

Rizki.. engkaulah Rizki dari ALLAH!! Akan ada 1000 keajaiban untukmu..

tangismu adalah tangis kami semua.. engkau HIDUP!! HIDUP!!

 

Kini adik Rizki sudah semakin membaik. Para dokter sudah membuat operasi darurat guna membuat anus sementara di perut Rizki. Kelak, jika kondisi seluruh alat pencernaannya sudah membaik, akan dilakukan operasi kembali untuk membuat anus pada tempat yang semestinya.

Saat ini adik Rizki sudah kembali ke Pandeglang. Perawatan sehari-hari dilakukan oleh ibunya, dengan diawasi intensif oleh beberapa bidan puskesmas di dekat kediaman keluarga Rizki. Setiap 2 pekan sekali, Rizki harus check up di RSCM, yang transportasinya dibebankan kepada 2 pihak, yaitu Puskesmas setempat dan #sedekahrombongan.

Berat badan Rizki semakin meningkat. Kondisi kesehatannya semakin membaik. Semoga Rizki dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semoga!

Jumlah Bantuan : Rp. 31.228.000,-
Kurir : @PitungMasaKini
Tanggal : 15/5/2012

Alhamdulillah, setelah lebih dari satu bulan dirawat intensif di RSCM Rizki sudah boleh pulang

Alhamdulillah, setelah lebih dari satu bulan dirawat intensif di RSCM Rizki sudah boleh pulang

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

ROMBONGAN KHUSUS-Nuril.. TEMBUS 3 Milyarrrr!!

Kisah panjang anak desa di pinggir hutan Blora mencari kesembuhan matanya...

Ini kisah mengharukan Muhammad Nuril Huda, 16 tahun, anak dusun Rowobungkul Ngawen dipinggiran hutan di daerah Kabupaten Blora Jawa Tengah…  sebuah dusun terpencil di antara kabupaten Grobokan, Purwodadi dan Blora. Sejak Umur 9 tahun mata kanan Nuril tiba-tiba bengkak. Orang tuanya pak Jaswadi (Jasmin) dan Sumirah hanyalah buruh tani biasa tidak mampu mengobati Nuril. Hingga umur 16 tahun, ketika mata Nuril sudah sebesar bola tenis karena tumor dari belakang bola matanya mendorong keluar. Dalam kondisi seperti ini tidak ada bantuan yang datang dari Jamkesmas, Jamkesda atau dari lembaga apapun itu. Kondisi ini yang membuat Nuril tumbuh menjadi anak yang rendah diri, hingga sekolahnya pun tidak tamat SD. Kurir #SedekahRombongan Robby Adiarta membawanya dari Blora ke Jogja… dan inilah kisah panjang 3,5 bulan Tim #SedekahRombongan dibantu para donatur bahu-membahu mengangkat anak desa ini dari kesakitannya… BISMILLAH!! Selamat menyaksikan…!

Lokasi dusun Nuril di pedalaman Jawa Tengah, jauh dari kota besar.

Inilah Nuril Ketika kami temukan, selama 7 tahun anak desa ini menahan kesakitan tanpa ada bantuan dari pihak manapun, Jamkesnas, Jamkesda, dan Jamkes-Jamkes lainnya tidak ada satupun Nuril kebagian...

Dan inilah jawabannya.. Ketika Mas Saptuari bertemu dengan Prof. Ali Gufron (Wakil Menteri Kesehatan RI) kebetulan tetangga mas Saptu di Deresan Jogja, dan ditunjukan gerakan #SedekahRombongan, Kata Pak Wamen: " Naaah ini mas! ini tugas kami! tapi aparat di bawah yang susah sekali ngaturnya! sehingga banyak kasus Jamkesmas gak merata.."

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 2 Comments

ROMBONGAN 150

Alhamdulillah.. makin banyak tangis kita rubah jadi senyum

Bu Ida 48tahun beralamat di kp.lesanan kidul desa pesisir rt/rw 01/02 Situbondo Jawa Timur seorang janda yang memiliki penyakit komplikasi dan diantara nya tumor dilutut,dia hanya bs terbaring ditempat tidur sehari-hari nya. Menunggu belas kasihan dari tetangga nya untuk makan sehari-hari b.ida tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan dengan menahan sakit setiap hari nya. Kami membawa Bu Ida ke RS di Malang untuk segera melakukan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.100.000,-
Kurir : @KarmanMove via @adist_Ramadhan
Tanggal : 15/5/2012

Ibu Ida seorang janda yang memiliki penyakit komplikasi dan diantara nya tumor dilutut

Ibu Ida seorang janda yang memiliki penyakit komplikasi dan diantara nya tumor dilutut

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 1 Comment

ROMBONGAN KHUSUS-Andrianto

Kisah anak desa sederhana, memperjuangkan hidup dan melawan sakitnya...

Di rumah sederhana inilah Andri tinggal sejak kecil, bapaknya hanyalah buruh tani nira kelapa

Namanya Andrianto, umur 20 tahun, keadaan ekonomi yang membuatnya hanya lulus SMP. Dia tinggal bersama orangtuanya  Sumino dan Seniyem di dusun Klepu, Hargowilis, Kokap, di antara bukit-bukit terjal di atas waduk Sermo Kulon Progo Yogyakarta. Seusai tamat SMP dan tidak melanjutkan sekolah Andri memilih untuk menjadi guru TPA Alquran di Mushola dusunnya. setiap sore dia mengajar mengaji Iqro kepada anak-anak kecil yang menjadi muridnya. Kisah hidupnya berlanjut, ketika desakan ekonomi menguat dia pergi ke Semarang untuk bekerja menjadi buruh bangunan, sampai ketika dia terpeleset ketika mendorong gerobak sorong pengangkut material bangunan. Tangan kanannya seperti keseleo lalu dipijatkan. bukannya malah sembuh, tangannya malah membengkak. Andri pernah dibawa ke RS Sarjito, perkiraan habis biaya 100juta untuk amputasi tangannya. Orang tuanya yang tidak mampu memilih membawa pulang  Andri. Bantuan Jamkesmas, Jamkesda yang diharapkan semua nihil tanpa hasil. Dalam waktu 4 bulan kanker di tangan Andri membesar dengan ganas…! Bantuan dari pihak manapun tidak kunjung datang.. dan kisah dramatis tim #SedekahRombongan berusaha membantu Andri dimulai disini…

Atas info Abdul Gani seorang tetangga, Kurir #SR Angga dan Lukman menuju lokasi, Andri dengan tangan bengkak di rumah berdinding bambu..

Tangan guru ngaji itu membesar sebesar bola dan mulai membusuk.. kami putuskan Andri segera kami bawa ke rumah sakit.

Dengan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Andri kami jemput pagi itu

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 7 Comments

ROMBONGAN 149

Cobaan memang pahit tapi berbuah manis kelak

Daeng Gani, umur 51 tahun beralamat di Komp. Pesantren Darul  Istiqamah. Dg.Gani sosok manusia yang telah mencerminkan ketegaran yang indah, sosok manusia yang lahir menentang dunia dengan segala keterbatasan yang meleket padannya, baginya air mata bisa saja menetes menyentuh, membasahi pipi, asal jangan iman yang ternoda oleh nokta-nokta hitam.

pada tahun 1995 awal ujian itu menerpa, peglihatannya gelap, bahkan tak manpu menyaksikan indahnya mentari, semuanya gelap, air matapun tak tertahankan, tumpah dalam isak tangis. Ia membeyanngkan tentang masa depan yang cerah, ia juga punya mimpi yang nyata, namun semua itu hanya tinggal mimpi saat cita-citanya tenggelam bersama senja.

Perjalanan yang melelehkan untuk hidup ketika penglihatan hilang fungsi, akhirnya ia berobat pada dok. Spesialis mata, saraf, dan bahkan dukun pun menjadi saksi perjalanannya menjemput kata sembuh, zaman telah mencatat bait-bait perjalanan hidup dg.Gani sebagai cerminan manusia yang hidup bersama badai .

Waktu terus mengalir tiada henti, dan ujian itu belum selesai. Sosok manusia yang ia cintai memutuskan pergi meninggalkan dirinya dalam kesunyiaan, air matanya meleleh dalam sesal yang tinggi, dadanya sesak, namun ia punya Allah kekasih yang hakiki, ketika istri menjauh pergi.

Untaian kata manja nan manis dari lisan sang istri tertutup oleh tirai perpisahan yang sulit  untuk diterima oleh hati, kecupan mesrah belum ia rasakan secarah utuh dan sempurnah, kata setia hanya melukis luka dalam lembaran usianya, tapi ia yakin allah punya rencana yang lebih indah dari cordoba atau taman indah persi.

Janji Allah terbukti “sesudah kesulitan ada kemudahan”. Tahun 2001 ia melangkahkan kakinya di Darul Istiqamah, satu lembaga da’wah, yang memberi inspirasi dahsyat buat Dg.Gani. di wajahnya mulai terlukis senyum yang mengembang, berlahan ia  membuka lembaran sejarahnya yang baru,  dan mulai melupakan peristiwa yang menngiris-iris hatinya. Air mata bahagia menetes bersama haru bahagia, menetes dari pelupuk mata yang tak mampu menyaksikan dunia secara utuh dan sempurnah.

Tahun 2005. Angka-angka itu menjadi saksi guratan senyum di langit  bahagia buat Dg.Gani, istri yamg pergi mendapat ganti, tidak ada yang menyangka ketika takdir telah bercerita tetang bahagia yang tergambar saat itu.

Kini kebahagiaan itu ia lewati bersama sang istri yang ingin menerimanya bersama kekurangan yang ia kantongi. Dg.Gani sosok manusia luar biasa yang berdiri di antara kerikil tajam yang mencercah telapak kaki. Buta tak pernah ia hadirkan dalam hayalan, berpisah dengan sosok wanita yang mencintainya tidak pernah ia simpan dalam lamunan, tetapi itu semua telah tercatat rapi dalam suratan Ar Rahman.

Makanan yang sederhanah, tempat tinggal yang biasa-biasa saja, membuatnya tampak luar biasa, ia itulah Dg.Gani, DAENG yang menjadikan tongkat sebagai teman setia yang mengantarkannya mengitari tapak-tapak jalan yang ia lewati, tongkat jugalah yang menjadi saksi atas perjuangannya menuju rumah Allah, menuju sujud khusyu’ yang mendalam.

Dialah manusia yang tegar menentang zaman  bersama sepotong kayu, dialah manusia yang menulis sejarahnya dengan tinta peradaban yang mulia.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir: @areefy_dip
Tanggal 8 mei 2012

Daeng Gani mengalami kebutaan sejak tahun 1995

Daeng Gani mengalami kebutaan sejak tahun 1995

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 1 Comment

ROMBONGAN 148

Memberikan secuil harapan di gelapnya kebuntuan

Ibu Sambiyem ( 77 th ) mengalami kelumpuhan sejak terjadinya gempa besar di Jogja th 2006 yg lalu. Pernah dirawat di RS. Pada saat itu pihak RS menganggarkan biaya operasi sekitar Rp.20 Juta. Suami Ibu Sambiyem, Bpk. Wagiyo ( 82 th ) yg sudah tidak mampu bekerja dan hanya ikut anaknya yg juga tidak punya pekerjaan tetap, memilih membawa pulang Ibu Sambiyem dan merawatnya di rumah. Keluarga mereka sudah berusaha mencari bantuan tetapi sampai sekaranh tidak ada respon. Tim Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa kursi roda dan uang untuk akomodasi keluarga. Ibu Sambiyem tinggal di Juminahan DN II / 1073, Danurejan Yogyakarta.

Kurir : @Saptuari Via Ariyanto
Tanggal Penyerahan : 1 Mei 2012
Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,00

Ibu Sambiyem ( 77 th ) mengalami kelumpuhan sejak terjadinya gempa besar di Jogja th 2006 yg lalu

Ibu Sambiyem ( 77 th ) mengalami kelumpuhan sejak terjadinya gempa besar di Jogja th 2006 lalu

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 1 Comment

ROMBONGAN 147

Pendampingan Kurir #SedekahRombongan Malang, Bandung dan Jakarta

Ibu maisuri umur 47 tahun.. Alamat desa widoropayung kecamatan besuki kabupaten situbondo.. Awal mulany 3 tahun yang lalu merasakan benjolan di payudara sebelah kanan.. Awal mula benjolan kecil.. Karena tidak ditangani dengan benar dan keterbatasan biaya akhirnya sama keluarga dibawa ke dukun.. Alhasil lama kelamaan bukan sembuh yang di dapat malah makin brtambah besar benjolannya dn skitar 7 bulan yg lalu mletus dan yang keluar nanah+darah+smacam ulat kecil2..Keluarga pada ketakutan karena yang keluar semacam ulat kecil-kecil dalam jumlah banyak sampai akhrnya makin parah karena tidak ditanganin dengan benar..Selama 7 bulan ini merasakan sakit yang luar biasa karena rupanya kanker payudara yang di derita sudah mencapai stadium akhir.. Dan bisa dipastikan selama 7 bulan terakhir ini setiap malam yg dilalui dengan rasa sakit yang luar biasa dan tidak bisa tidur. Pada tanggal 6 Mei 2012 kami bawa ibu Maisuri ke RS di Malang dan langsung di adakan observasi oleh dokter. Pada tanggal 8 Mei 2012 kemo pertama telah dilakukan. InsyaaLlah tanggal 30 Mei 2012 akan dilanjutkan kemo kedua.

Jumlah Bantuan :  Rp. 7.958.000,- (1.700.000 + Rp.6.258.000)
Kurir : @KarmanMove via @adist_Ramadhan
Tanggal : 8-9 Mei 2012

Ibu Maisuri kanker payudara yang di derita sudah mncapai stadium akhr

Ibu Maisuri kanker payudara yang di derita sudah mencapai stadium akhir

Bantuan ke-2 untuk Ibu Maisuri

Bantuan ke-2 untuk Ibu Maisuri

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

ROMBONGAN 146

Kesembuhan dan senyum pasien adalah imbalan yg tak ternilai harganya

Adik Aldi Ardiansyah Purwono Putra 9 thn, putra dari bapak Bambang purwono 45 thn penjual gorengan dan Ibu Tri anjaswati 42 thn, bertempat tinggal di jln brantas nom 12 pelem – pare – kediri, menderita Tumor di tangan kanan sejak lahir, tangannya membengkak dan tidak normal, mengakibatkan Dik Aldi tidak bisa beraktifitas secara leluasa, kami membawa Dik Aldi Ke RS di Malang, untuk segera mengupayakan kebaikan Dik Aldi, operasi sudah di lakukan, dan masih dalam masa perawatan, Dengan keadaannya seperti ini dik Aldi sekolah slalu ranking dan mendapat beasiswa. Aldi sudah di perbolehkan pulang, setelah hari ini semoga kebaikan-kebaikan masa depan senantiasa menaunginya.

Jumlah Bantuan : Rp.14.716.000,-
Kurir : @KarmanMove via @adist_ramadhan
Tanggal : 8/5/2012

Adik Aldy menderita  Tumor di tangan kanan sejak lahir, tangannya membengkak dan tidak normal

Adik Aldy menderita Tumor di tangan kanan sejak lahir, tangannya membengkak dan tidak normal

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 2 Comments

ROMBONGAN 145

Upaya membantu total penyembuhan warga tak mampu

Abah Sapan, 75th, warga Dusun II,08/04, Sidamulya,Jalaksana,Kuningan,JawaBarat, menderita tumor di pipi sebelah kiri, sejak 2th lalu, 2th lalu pipi Abah Sapan pernah di operasi saat benjolan masih kecil, tapi membesar lagi, dan sejak 1th lalu, tumor membusuk dan mengeluarkan bau, saat ini kami membawa Abah Sapan ke Jogja, untuk segera menjalani operasi, abah sapan sudah menjalani biopsi untuk menentukan penyakit yang di deritanya, sampai hari ini Abah Sapan masih di RS, semoga saja tindakan membaikkan segera bisa di lakukan.

Jumlah Bantuan : Rp.7.000.000,- (deposit RS dan akomodasi keluarga)
Kurir : @KarmanMove
Tanggal : 7/5/2012

Bapak Sapan menderita tumor di pipi sebelah kiri, sejak 2th lalu

Bapak Sapan menderita tumor di pipi sebelah kiri, sejak 2th lalu

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 2 Comments

ROMBONGAN 144

Pendampingan pasien oleh para kurir #SedekahRombongan

Adik Silmira Fadlu Syami, 2thaun , putri dari Bapak Rulyana dan Ibu Tatin, beralamat di Lingkung Sukasari, Cipari, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Menderita tumor wiliam,pembengkakan perut , bapak Silmira bekerja sebagai buruh, derita dik Silmira di mulai pada umur 6bulan, perutnya trs membesar dan tidak seukuran dengan tinggi badannya, Kami membawa dik Silmira dari Kuningan Jawa Barat ke Jogja untuk segera operasi, Dik Silmira akhirnya sudah di operasi, perkembangan baik dari pembesaran perutnya, dan pengangkatan tumor sudah di lakukan, Hari ini Dik Silmira diperkenankan pulang.

Jumlah Bantuan : Rp.9.000.000,- (pelunasan biaya RS dan Akomodasi keluarga)
Kurir : @KarmanMove with team @ndazdooz dan @herryjoo
Tanggal : 5/5/2012

Adik Silmira Menderita tumor wiliam,pembengkakan perut

Adik Silmira Menderita tumor wiliam,pembengkakan perut

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 1 Comment