Logo

BANTU SEWA RUMAH SINGGAH UNTUK PASIEN DI SEMARANG Publish : 18 Oct 2021 - 11:39 WIB

Terkumpul
Rp 1.090.000
hari tersisa
40
Rp 100.000.000
1.09%

Pernahkah terbayangkan jika harus ke luar kota untuk berobat yang jaraknya ratusan kilometer dari rumah, di mana di kota tersebut tak ada satupun sanak saudara, tak ada tempat untuk singgah, tak ada tempat untuk berteduh, padahal hampir setiap minggu selama berhari-hari harus berobat ke kota tersebut. Sedangkan, dana untuk menyewa penginapan pun tak ada..

******

Itulah yang dirasakan Ibu Tuti. Ibu Tuti yang berasal dari Kabupaten Tegal setiap minggunya harus ke Semarang. Jarak Tegal ke Semarang sendiri sekitar 160 km, perjalanan panjang ini ditempuh Bu Tuti untuk mengusahakan kesembuhan putra kesayangannya, Muh Abdul Ghofur.

Ghofur yang sekarang berusia 3 tahun didiagnosa dokter mengalami tumor abdomen. Sekitar satu tahun yang lalu ketika Ibu Tuti merantau ke Jakarta Ghofur mengalami susah buang air besar sampai membuat perut Ghofur membesar. Melihat kondisi anaknya yang tidak baik-baik saja Ibu Tuti memilih untuk melepaskan pekerjaannya dan  kembali ke kampung halaman di Tegal.

Muh Abdul Ghofur

DI Tegal Ibu Tuti membawa Ghofur berobat di RS Soeselo. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan diketahui bahwa Ghofur menderita Tumor Abdomen. Dokter yang menangani Ghofur kemudian memberikan surat rujukan untuk berobat di RS Kariadi Semarang karena keterbatasan fasilitas di RS Soeselo Tegal. 

Mendengar kabar seperti itu tentu membuat hati Ibu Tuti terkejut luar biasa. Putra semata wayangnya harus mengalami ujian berat di usia yang masih sangat belia. Ditambah harus berobat ke luar kota yang jaraknya sangat jauh, sedangkan kondisi ekonomi pun sedang tidak baik-baik saja. Setelah Ibu Tuti memutuskan pulang ke Tegal hampir tidak ada lagi pemasukan yang didapatkan. Kebutuhan sehari-hari saja harus ditopang oleh Nenek Ghofur.

Meski dengan berbagai keterbatasan Ibu Tuti tidak menyerah begitu saja. Dengan segenap doa dan usaha Ibu Tuti tetap membawa Ghofur berobat ke Semarang. Di Semarang, Ghofur sempat menjalani pemeriksaan laboratorium, tapi karena kendala transportasi dan akomodasi pengobatan Ghofur harus terhenti.

Hal yang sama juga dialami Zahra Nur Aini, bocah 9 tahun yang tinggal Kabupaten Pati juga harus menempuh perjalan ratusan kilometer ke Semarang untuk berobat. Zahra mengalami kanker kulit sejak umur 3 tahun. Pada mulanya  ada bintik-bintik merah di wajah dan lehernya. Ketika Zahra berusia 5 tahun, bintik-bintik merah berubah menjadi benjolan kecil yang berwarna hitam, benjolan ini terasa gatal sekali dan menyebar kemana-mana. Pernah ada momen di mana Zahra tak punya teman, bahkan cenderung dikucilkan.

Zahra Nur Aini

Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan orang tua di samping Zahra karena ayahnya sudah meninggal dan ibunya menikah dengan pria lain. Zahra kini diasuh oleh kakek dan neneknya. Demi untuk menyembuhkan Zahra, kakeknya harus membuka jasa tambal ban di usianya yang sudah lanjut. Ketika datang jadwal Zahra untuk berobat, Kakek Zahra menutup lapaknya dan menemani Zahra ke Semarang. Sedangkan untuk ke Semarang mereka membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi yang tidak sedikit.

Ghofur dan Zahra hanyalah potret kecil saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan untuk menggapai kesembuhan. Kehadiran rumah singgah sangat mereka butuhkan ketika menanti giliran kapan bisa kembali ke rumah sakit dan mendapat pengobatan selanjutnya. Tanpa adanya rumah singgah mereka tidak tahu harus menginap dimana.

Rumah Singgah merupakan tempat tinggal sementara bagi pasien yang memudahkan pasien menjalani pengobatan dan tindakan medis lainnya ke rumah sakit rujukan. Mereka yang membutuhkan rumah singgah di Semarang berasal dari : Purbalingga, Purwokerto, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan sekitarnya. Mereka biasanya harus menjalani pengobatan di RS Kariadi atau RS Sultan Agung Semarang.

Rumah singgah Semarang tidak bisa dibilang mewah, namun cukup nyaman sebagai tempat peristirahatan. Rumah ini merupakan saksi kegiatan relawan dan pasien dampingan #SR Semarang.

Terdiri dari 2 lantai, di lantai bawah memiliki 7 kamar pasien, 1 kamar difungsikan sebagai gudang, 1 ruang administrasi, dan 1 kamar untuk driver ambulans menginap. Di lantai 2 diperuntukkan untuk gudang dan tempat jemuran. Rumah singgah ini letaknya sangat strategis karena dekat dengan RS Kariadi Semarang. 

Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah menyediakan bahan makanan untuk mencukupi kebutuhan pasien dan keluarga yang mendampingi. Banyaknya fasilitas yang disediakan tidak menjadikan pasien bermanja-manja. Mereka berkomitmen menjaga, merawat dan memanfaatkan dengan baik fasilitas-fasilitas tersebut. Mereka memasak sendiri bahan makan yang telah disediakan, tidak lupa melakukan aktivitas bersih-bersih ruangan.

Rumah singgah di Semarang sudah ada sejak tahun 2014, dan sudah pernah berganti 4 lokasi sebelum menempati lokasi rumah singgah sekarang yaitu di Jl. Kintelan Baru No 6, RT.06/02, Bendungan, Gajah Mungkur, Kota Semarang. Rata-rata dalam seminggu ada 7-8 pasien yang datang silih berganti menempati rumah singgah untuk menunggu jadwal kontrol di rumah sakit.

Demi menghadirkan rumah singgah yang layak dibutuhkan biaya yang besar. Biaya tersebut diperlukan untuk sewa rumah yang harus dibayar kontan secara tahunan, tidak jarang juga yang mengharuskan pembayaran langsung untuk 2 tahun. Belum lagi biaya listrik, biaya operasional, biaya kebutuhan medis dan sembako, serta biaya perlengkapan rumah singgah. 

Saat ini masa sewa rumah singgah hampir habis, masa sewa harus diperpanjang agar para pasien yang tengah sakit bisa singgah dan beristirahat. Bila tidak diperpanjang, maka pasien yang saat ini berada di rumah singgah terancam terusir.

Untuk menyewa penginapan di dekat rumah sakit mereka tidak memiliki biaya untuk ongkos sewa kost Rp 100.000 - 150.000 per malam dan itu belum termasuk biaya makan.

#Sedekaholic, mari ulurkan tanganmu untuk membantu pasien yang berjuang demi kesembuhannya melalui Rumah Singgah Sedekah Rombongan Semarang dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi, tambahkan kode unik “027”, contoh : Rp 500.027

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #Sedekaholic.

 

******

Disclaimer:

1.    Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membiayai kebutuhan operasional seluruh Rumah Singgah Sedekah Rombongan termasuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.

2.    Bagi yang ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke: Jl. Kintelan Baru No 6, RT.06/02, Bendungan, Gajah Mungkur, Kota Semarang

3.    Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor: 0812-9669-0808