Logo

MATA KANAN SILMI HAMPIR KELUAR KARENA KANKER Publish : 24 May 2021 - 14:08 WIB

Sulafah Nuha Silmi/Silmi (3) merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Silmi  mulai sakit pada bulan Oktober 2020. Awalnya ketika bangun tidur mata kanannya  seperti digigit semut, sakit dan agak bengkak. Kemudian diperiksakan ke Puskesamas tapi tidak ada perubahan. Akhirnya Silmi dirujuk ke RSUD Dr. Soedirman Kebumen dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter Spesialis mata. 

 

 

Dari hasil pemeriksaan terlihat ada benjolan di mata kanan. Silmi kemudian dirujuk ke RS Dr. YAP Jogja. Disana dilakukan USG dari hasil USG diketahui ada benjolan di mata kanan tetapi dianggap sebagai benjolan biasa, pasien diberi obat dan pulang. 

 

Selama 4 hari di rumah kondisi benjolan mata semakin membesar dan mata terdorong keluar, Silmi kesakitan. Silmi kemudian dibawa ke RSDS Kebumen. Di RSDS diperiksa dengan CT Scan kepala.  Hasil pemeriksaannya adalah “Gambaran massa retrobulbar dextra intra coral aspek superior yang menyebabkan prostosis bulbus occuli dextra”. Dari dokter spesialis mata Silmi dirujuk ke Poli Mata RSUP Dr. Sardjoto Yogyakarta.

 

Pada bulan Desember 2020 Silmi berangkat ke RSUP dr. Sardjito. Setelah menjalani pemeriksaan di poli mata, Silmi langsung disarankan untuk menjalani operasi. Tetapi sebelum dioperasi Silmi menjalani Swab PCR Sarcov-19, dan hasilnya positif sehingga Silmi harus menjalani perawatan di ruang Isolasi RSDS Kebumen.

 

Setelah satu bulan menjalani isolasi dan dinyatakan negatif covid-19 Silmi kembali kembali ke Sardjito untuk meneruskan program operasi. Tetapi karena benjolan mata membesar dengan cepat Silmi harus menjalani kemoterapi. Silmi akan menjalani protokol kemoterapi selama 21 minggu guna menurunkan/mengecilkan benjolan.

 

Orang tua Silmi begitu sedih melihat putri kesayangannya mengalami ujian berat seperti itu. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang dibawah. Ayah Silmi hanyalah seorang buruh harian dan ibunya tidak bekerja. Sedangkan untuk bisa berobat Silmi membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, biaya hidup selama di Jogja, dan ada kebutuhan susu untuk adik Silmi yang baru berusia 5 bulan dan harus ditinggalkan Ibunya demi menemani pengobatan Silmi.

Oleh karena itu #Sedekaholics, mari ringankan beban Silmi  dan dhuafa lainnya dengan menyisihkan sedikit rezeki kita untuk membantu pengobatan mereka  dengan cara:

 

Klik “Donasi” Sekarang